Sabtu, 27 Agustus 2011

Senjata Tradisional Kalimantan Selatan


Masyarakat Kalimantan Selatan mengenal beberapa macam senjata tradisional yang selain berfungsi sebagai alat bela diri, sebagian besar digunakan juga sebagai alat-alat produksi. Beberapa di antaranya adalah Mandau, parang, sarapang, dan riwayang.

  • Mandau: Senjata tradisional suku bangsa Dayak yang terbuat dari batu gunung yang mengandung besi. Selain berfungsi sebagai alat untuk mempertahankan kelangsungan hidup, dahulu Mandau juga memiliki arti penting dalam adat pengayauan. Bahkan dulu pernah ada kepercayaan, semakin banyak Mandau dihiasi oleh rambut dari kepala orang yang dikayau akan semakin tinggi nilai kesaktiannya. Mandau seringkali dianggap sebagai benda pusaka yang dikeramatkan. Pada masa sekarang ini, nilai kesakralan Mandau sudah berkurang. Fungsi Mandau pun mengalamai perubahan. Kini Mandau digunakan pula untuk menyabit rumput, mengambil akar, memotong ikan, cenderamata dan sebagainya.
  • Parang: Biasanya terbuat dari kayu atau akar bamboo, besi atau baja, kuningan dan gala-gala (sejenis dammar). Kegunaan parang bermacam-macam. Selain berfungsi sebagai senjata, parang juga digunakan sebagai alat rumah tangga, alat pertanian, alat perburuan dan sebagainya.
  • Sarapang: Senjata atau alat yang biasanya juga digunakan untuk berburu ini terbuat dari sepotong baja yang dibelah menjadi 5 bagian dan pada sebagian ujungnya diruncingkan, sebatang bambu, serta sebuah salut dari kuningan atau besi. Selain itu serapang sering kali dimanfaatkan pula dalam penangkapan ikan-ikan besar.
  • Riwayang: Berbentuk seperti tombak, hanya mata riwayang dilengkapi juga dengan bait. Pada riwayang juga terdapat lubang tempat mengikatkan tali. Cara menggunakannya adalah dengan dilemparkan seperti melempar lembing kea rah sasaran, sedangkan talinya tetap dipegang. Selain sebagai senjata dan alat berburu binatang, ada sejenis riwayang yang juga digunakan untuk menangkap ikan, yaitu riwayang tauman.
Alat-alat lain yang juga berfungsi sebagai senjata, seperti tombak, sumpitan, renggi, lipah dan sebagainya, pada masa sekarang ini lebih banyak digunakan untuk berburu. Berburu adalah salah satu mata pencaharian utama masyarakat Kalimantan Selatan, khususnya suku-suku bangsa Dayak yang ada di dalamnya, selain pertanian.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar